| |
Kamis 11/03/2010, 16.41 WIB
Jelang Panen, Petani Jombang Tersenyum, Harga Gabah Naik
JOMBANG | DNA - Sejumlah petani di Kabupaten Jombang akan tersenyum, hal itu
disebabkan karena menjelang musim panen tahun ini harga gabah akan mengalami
kenaikan hingga 10 persen. Hal itu diungkapkan oleh Subdolog Driver Surabaya
Selatan, Jawatimur, Erni Widiati saat melakukan koordinasi Inpres Nomor 7
tahun 2009 tentang kebijakan perberasan 2010 di Ruang Bung Tomo pemkab
Jombang.
Dalam kegiatan itu dihadiri ratusan petani diantaranya kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan), lembaga pembeli gabah,
pengurus lumbung pangan desa .
Menurut Erni, untuk Gabah Kering Panen Sawah (GKPS) yang sebelumnya harganya
Rp.2400 tahun ini menjadi Rp. 2460. Sedangkan GKP di penggilingan Rp.2.685,
GKG (Gabah Kering Giling) dipenggilingan Rp.3.300, GKG di Gudang Bulog
Rp3.345 dan Beras digudang bulog Rp. 5.060.
"Namun kenaikan harga gabah bukan tanpa syarat, untuk GKP syaratnya kadar
air 25 % hampa kotoran 10%. Kenaikan itu sebesar 10 persen"kata Erni semabri
menambahkan harga itu berlaku mulai 1 Januari 2010
Erni menegaskan, bahwa hasil panen petani terbeli. Keyakinan itu dengan
alasan jika di Jombang pihaknya mempunyai mitra kerja sebanyak 59 mitra yang
tersebar di 21 kecamatan. Selain itu, pihak Dolog juga memiliki satgas dalam
melakukan pengadaan.
"Usaha Bulog dalam bidang komersial yaitu lokasinya berada digudang
Tunggorono, dan yang ketiga adalah Satgas Pengadaan. Ketiga saluran inilah
yang akan membantu membeli gabah dari petani dan membantu mengangkat harga
gabah petani," katanya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mengajak
kepada para kelompok tani dan pemilik kios untuk mengakhiri lagu wajib
dalam bidang pertanian. Yaitu masalah pupuk dan masalah harga gabah saat
panen. Untuk masalah sistem distribusi pupuk di Jombang telah teratasi.
“Mari kita jaga sistem distribusi pupuk kita dikabupaten Jombang yang telah
diakui memiliki sistem distribusi pupuk yang terbaik se Indonesia, oleh
karenanya ikuti prosedur yang benar," ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Widjono Suparno mengatakan Kantor etahanan
Pangan, harus mampu mengeluarkan kebijakan perberasan. Sebab hal itu untuk
mengantisipasi terjadinya kelangkaan pangan. Selain itu juga dapat menjaga
stabilitas harga.
Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita |
|