| |
Senin 08/03/2010 14:50 WIB
Penataan Gua Pawon
Pemrov Jabar Kucurkan Dana Rp 600 Juta
BANDUNG | DNA - Pemprov Jabar menyiapkan anggaran Rp 600 juta untuk menata situs Gua Pawon di Kampung Cibukur, RT 04/ 15, Desa Gunung Masigit, Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat. Anggaran yang bersumber dari APBD Jabar tahun 2010 ini akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas pendukung geowisata. Dan di lokasi Gua Pawon rencananya akan dibangun museum, gazebo serta berbagai tempat berjualan cenderamata.
“Untuk penataan kawasan situs Gua Pawon, Pemprov Jawa Barat akan mengucurkan dana sebesar Rp.600 juta, yang sumber dananya dari APBD Jabar tahun 2010,”ungkap Yayan Sudjana, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kab. Bandung Barat, di Batujajar.
Dia mengakui, saat ini jalan masuk menuju situs Gua Pawon rusak berat, mulai dari mulut jalan utama sampai ke lokasi situs. "Perbaikan jalan masuk situs Gua Pawon menjadi salah satu prioritas utama. Namun khusus perbaikan jalan akan ditangani Dinas Bina Marga dan Pengairan Kab. Bandung Barat," ujarnya.
Situs Gua Pawon yang berdekatan dengan lokasi panambangan galian C, lanjut Yayan, menjadi perhatian serius pemerintah. Nantinya, pemerintah akan mengeluarkan aturan pada radius tertentu tidak boleh ada aktivitas penambangan.
Salah seorang peniliti dari Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB), Sudjatmiko pernah mengatakan, penyelamatan Gua Pawon tak cukup hanya guanya saja, tapi juga lingkungan sekelilingnya, di antaranya Gunung Masigit.
"Penambangan secara besar-besaran di Gunung Masigit berpengaruh ºterhadap kelestarian Gua Pawon. Padahal situs ini mengandung nilai sejarah tinggi yang tidak hanya memiliki manfaat bagi ilmu pengetahuan, juga pelestarian budaya, dan mengandung nilai ekonomi bagi masyarakat," paparnya.
Penataan situs Gua Pawon diperkirakan rampung tahun 2011. Sebagai tahap awal penataan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memberikan bantuan pembangunan balairung untuk tempat berkumpul warga. Balairung yang pembangunannya menghabiskan anggaran sebesar Rp 60 juta, bergaya arsitektur Sunda dan terbuat dari bambu.
"Setelah itu akan dibangun MCK (mandi cuci kakus) dan tajug (tempat salat) yang anggarannya bersumber dari APBD Kab. Bandung Barat sebesar Rp 30 juta," katanya.
Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita |
|